kritik dan saran

Minggu, 05 Desember 2010

kalimat efektif

Yang dimaksud dengan Kalimat efektif adalah suatu kalimat yang dapat menimbulkan gagasan atau makna dan arti pada pendengar atau pembaca, sehingga pembaca atau pendengar dapat memahami isi atau makna dari kalimat tersebut. Suatu kalimat yang bersifat efektik akan mempermudah kecepatan daya tangkap pembaca untuk mengetahui pengertian atau makna dari kalimat-kalimat yang disampaikan.
cirri-ciri dari kalimat efektif yang dapat membedakannya dengan kalimat lain;
1.   Perpaduan kata
2.   Keparalelan bentuk dari kalimat
3.   Kelogisan bahasa yang digunakan
4.   Kehematan kata dalam suatu kalimat
5.   Kecermatan penalaran
6.   Kesepadanan struktur kalimat
7.   Penyimpulan suatu gagasan
8.   Ketegasan makna / arti
Syarat – syarat dari sebuah kalimat efektif :
1.   Koherensi :
Suatu kalimat efektif harus memiliki unsur koherensi yaitu perpaduan antar kata yang digunakan untuk membentuk suatu kalimat yang efektif.
Suatu kalimat dikatakan memenuhi unsur koherensi bila terdapat, subjek, predikat, objek dan keterangan didalam kalimat tersebut.

Contoh kalimat efektif:
“Atas perhatian semua seluruhnya, kami ucapkan terima kasih.”
Kalimat diatas bukan merupakan kalimat efektif, seharusnya:
 “Atas perhatian semuanya, kami ucapkan terima kasih.”


2.   Keparalelan :
Kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat efektif dapat diartikan sebagai keparalelan kalimat. Yang berarti kalimat pertama dengan kalimat kedua memiliki penggunaan frase yang sama. Misalnya, apabila kalimat pertama menggunakan imbuhan di- maka kalimat kedua juga harus menggunakan imbuhan di-.

Contoh kalimat:
“meja  itu harus segera dirapikan, dibereskan, dan dilakukan pembersihan.”
Kalimat diatas bukan merupakan kalimat efektif.
seharusnya
 “meja  itu harus segera dirapikan, dibereskan, dan dibersihkan.”

3.   Kehematan :
Penggunaan jumlah kata dalam membuat suatu kalimat harus diperhatikan. Karena kalimat efektif adalah kalimat yang padat dan jelas, sehingga tidak perlu digunakan kata-kata yang tidak penting didalamnya. Karena hanya akan memperluas penyampaian kalimat yang ingin disampaikan, dapa disebutkan sebagai kata yang tidak memiliki pengaruh apa-apa dalam kalimat yang disampaikan maknanya. Misalnya pemakaian persamaan kata dalam satu kalimat itu harus dihindari, dan pengulangan penyebutan subjek.

Contoh kalimat:
“Kepasa kalian semua  segera lekas masuk kelas “.
Kalimat diatas bukan merupakan kalimat efektif.
seharusnya
 “semuanya segera masuk kelas”.

4.   Penekanan :
Kalimat yang akan disampaikan diperlukan penekanan intonasi agar para pendengar atau pembaca tidak salah mengartikan suatu kata yang digunakan.

5.   Kevariasian :
Kevariasian yang digunakan dalam kalimat memiliki kemungkinan untuk memulai suatu kalimat demi efektifitas yaitu pembukaan kalimat dengan menggunakan frase-frase bahasa.


0 comments:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More