kritik dan saran

Pengertian Warna

Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya...

12 Cara Membuat Google Lebih Efektif

Gunakan tanda kutip untuk mencari satu kalimat. Misalnya: "daftar kota di Amerika" ; Google akan menampilkan semua situs yang memuat kalimat daftar kota di Amerika. Contoh lain:...

Plus Size Model

Pernah dengar Plus-Size Model? Plus-Size Model adalah istilah untuk model-model dengan ukuran badan di atas rata-rata. Bukan hanya berat badan, tetapi juga tinggi. Beberapa model berukuran plus ini merajai...

It's All About Java

Bahasa pemrograman Java pertama lahir dari The Green Project, yang berjalan selama 18 bulan, dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992. Proyek tersebut belum menggunakan versi yang dinamakan Oak. Proyek ini dimotori oleh...

Deteksi Penyakit Lewat Anggota Tubuh

Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku sama dengan rambut yang...

Selasa, 11 Januari 2011

Daftar Pustaka

Penulisan sebuah karya ilmiah sangat diperlukan adanya daftar pustaka pada langkah akhir pembuatan untuk diketahuinya referensi yang disumberkan berdasarkan isi dari karya ilmiah tersebut. Cara penulisan daftar pustaka:

a. penulisan daftar pustaka yang banyak harus berurutan penulisannya.

b. Nama dari sumber yang diambil sebagai daftar putaka ditulis berdasarkan urutan Abjad dari nama masing-masing tersebut, dimulai dengan Abjad A-Z itulah urutan penulisan daftar pustaka yang baik yaitu sesuai dengan urutan nama-namanya



ADA CARA PENULISAN DAFTAR PUSTAKA, yang lain yaitu :



a. Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari internet, pertama; tulis nama, kedua; tulis tahun buku atau tulisan dibuat dalam tanda kurung setelah itu beri tanda titik, ketiga; tulis judul buku/tulisannya lalu beri tanda titik lagi, keempat; tulis alamat websitenya gunakan kata (from) untuk awal judul web dll setelah itu beri tanda koma, kelima; tulis tanggal pengambilan data tersebut ok. Seperti contoh dibawah ini:



Fissheal, M. (1998). Indonesia Satu. Jakarta: Erlangga.



b. Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku, pertama; penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma), dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama depan, kedua; tahun pembuatan atau penerbitan buku, ketiga; judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan (tanda titik), keempat; tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik dua), dan kelima; penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik). Seperti contoh dibawah ini:

Fissheal, (2008). Perencanaan Kerja. Jakarta: Karmo Group.



c. Penulisan daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama. Pertama tulis nama belakang dari penulis yang pertama setelah nama belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika nama depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama pertama selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua / ketiga ditulis sama seperti nama sali alis tidak ada perubahan, yang berubah penulisannya hanya orang pertama sedangkan orang kedua dan ketiga tetap. Setelah penulisan nama kedua selesai, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan (&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua orang saja, setelah penulisan nama selesai, Kedua; tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan diawali [tanda kurung buka dan kurung tutup/ ( )] setelah itu beri (tanda titik). Ketiga; judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan ditulis dengan huruf miring ok. keempat; yaitu penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri (tanda titik dua : ) dan terakhir kelima; nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan diakhiri (tanda titik) ok. Untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar pustaka. Nah ini contohnya Seperti dibawah ini:

Suherman, E. et al (2001). Common Textbook Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Jica UPI

Kutipan

Dalam pembuatan penulisan ilmiah diperlukan referensi-referensi yang harus dicantumkan isi-isi nya dengan cara mengutip. dimana kutipan ini menyatakan sebagai sumber dari karya ilmiah ini dibuat atau dicari materinya.Filed Under: Umum Tags: http://nyampahlagi.blogspot.com/2010/06/pengertian-dan-jenis-jenis-kutipan.html  Bahan-bahan yang dimasukkan dalam sebagai kutipan adalah bahan yang tidak/belum menjadi pengetahuan umum,hasil-hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak/belum menjadi pendapat umum.jadi,pendapat pribadi tidk perlu dimasukkan sebagai kutipan. Dalam mengutip kita harus menyebutkan sumbernya.Hal itu dimaksudkan sebagai pernyataan penghormatan kepadaorang yang pendapatnya dikutip,dan sebagai pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut.Cara penyebutan kutioan ada 2 cara,yaitu system catatan kaki dan sistem catatan langsung ( catatan perut ).Kita harus memilih salah satu dan harus konsisten.

Tujuan dari membuat kutipan adalah sebagai :
a.     penjelasan suatu uraian
b.     landasan teori
c.       penguat pendapat penulis
d.     bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
Fungsi membuat Kutipan:
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1)
 Meningkatkan estetika penulisan.Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.


ada 2 jenis kutipan yaitu, kutipan langsung dan tidak langsung.
1.Kutipan Langsung
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll.
Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ].
2. Kutipan tidak lansung
Kutipan langsung dapat pula disebut sebagai kutipan isi. Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung .

Minggu, 05 Desember 2010

Judul Yang Baik

Dalam memilih judul yang tepat untuk suatu cerita/berita/karangan harus sesuai dengan syarat syarat yang berlaku. Dalam tata bahasa indoneia yang baik dan benar dapat kita ketahui syarat judul yang baik dan benar. Kita mengikuti prosedur yang ada agar dapat memiliki nilai yang positif disetiap kalangan. Dengan membuat judul semenarik mungkin pun dapat menarik perhatian para pembaca atau pendengarnya. Dapat kita ketahui syarat-syarat judul yang baik untuk suatu karangan:
§  Judul harus sesuai(relevan), judul harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau dengan beberapa bagian yang penting dari tema tersebut.
§  judul dapat menimbulkan keingintahuan pembaca terhadap isi buku atau karangan.
§  Judul yang baik tidak menggunakan banyak kata/ singkat, tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangkaian kata yang singkat. Bila harus membuat judul yang panjang, ciptakanlah judul utama yang singkat dengan judul tambahan yang panjang.
§  Judul tidak provokatif atau menyinggung karya orang lain.
§  menarik perhatian.
§  Judul merupakan kumpulan ide pokok dari sebuah karangan yang berdasarkan cerita yang dibuat didalamnya.
§  Judul akan menjelaskan/menggambarkan garis besar (inti) pembahasan yang akan disampaikan dalam cerita.



Topik

Topik merupakan pokok yang akan diperikan atau masalah yang akan dikemukakan. Sedangkan judul  adalah nama karya tersebut. Dan Tema lebih luas lingkupnya dan biasanya lebih abstrak; tema dapat dibagi-bagi menjadi beberapa topik. Dari topik dapat muncul judul-judul.  Oleh karena itu dapat diketahui bahwa tema, topik , judul adalah berbeda.
Walaupun topik yang dipilih sama, tetapi makksudnya berlainan, maka tema yang dihasilkan juga lain. Selanjutnya penggarapan dan materi-materi yang dipilih pun berbeda. Setelah topik ditetapkan, maksud topik diuraikan langkah selanjutnya membuat sebuah rumusan tentang masalah dan tujuan yang akan dicapai. Perumusan itu tidak lain adalah tema karangan. Tema karangan itu berbentuk satu kalimat, satu alinea.
Terdapat beberapa syarat dalam pemilihan atau penentuan topik dalam suatu wacana / cerita / karangan. Syarat topik yang baik :
-         harus relevan, judul harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau dengan beberapa bagian yang penting dari tema tersebut.
-         judul harus dapat menimbulkan keingintahuan pembaca terhadap isi buku atau karangan.
-         harus singkat, tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangkaian kata yang singkat. Bila harus membuat judul yang panjang, ciptakanlah judul utama yang singkat dengan judul tambahan yang panjang.
-         tidak provokatif

Outline (Kerangka Karangan)

Kerangka karangan
Pengertian :
Kerangka karangan sangat membantu penulis dalam membuat suatu cerita(karangan). Kerangka karangan merupakan suatu rancangan dalam pembuatan karangan yang berbentuk kalimat-kalimat. Kerangka karangan ini dibuat terlebih dahulu sebagai inti dari hal hal penting yang akan disampaikan dalam cerita tersebut. Kerangka karangan biasanya hanya terdiri dari satu kalimat saja, karena kerangka karanganadalah inti dari sebuah paragraf, dimana nantinya akan dikembangkan menjadi sebuah paragraf. Kerangka karangan harus dibuat secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.

Manfaat :
Manfaat kerangka karangan, antara lain :
-       Kerangka karangan Bermanfaat untuk membantu penyusunan sebuah karangan agar menjadi teratur dan terarah.
-       Mempermudah penulis untuk menentukan klimaks dari sebuah karangan.
-       Membantu penulis untuk mencari bahan pembuatan kalimat pengembang kerangka karangan tersebut.

Macam – macam pola susunan :
  1. Pola alamiah
Merupakan Susunan kerangka karangan secara urutan kronologis keadaan sebenarnya.
Susunan alamiah ini dapat dibagi menjadi tiga bagian :
a.    Berdasarkan urutan ruang, contoh :
Topic : pusat kota
Tema : lokasi tujuan para turis dikota bali
Tujuan : untuk mengetahui lokasi yang paling diminati oleh para turis dari berbagai Negara.
b.    Berdasakan urutan urutan waktu, contoh :
Topic : adat istiadat
Tema : hilangnya ciri adat istiadat yang khas  dari masa ke masa
Tujuan : mengembangkan adat istiadat yang hamper hilang.
c.    Berdasarkan urutan topic yang ada, contoh :
Topic : bencana alam
Tema : bencana alam  di Indonesia
Tujuan : untuk mengetahui sebab dan akibat bencana alam di Indonesia

  1. Pola logis
Merupakan pola Susunan kerangka karangan berdasarkan urutan yang masuk akal dan dapat dimengerti oleh pembaca.
Susunan secara logis ini terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain :
a.    Umum – khusus
Kerangka karangan yang awalnya berisi kalimat penjelas dan semakin keakhir, semakin menuju inti dari karangan tersebut.
b.    Sebab – akibat
Kerangka karangan yang berisi sebab dan akibat dari sesuatu yang dibicarakan dalam karangan tersebut.
c.    Klimaks – anti klimaks
Kerangka karangan yang awalnya merupakan puncak dari inti karangan, dan semakin keakhir, semakin tidak klimaks (hanya berisi kalimat penjelas).
d.    Proses
Kerangka karangan yang berisi langkah – langkah (proses) dalam melakukan sutau hal.

                


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More