kritik dan saran

Pengertian Warna

Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya...

12 Cara Membuat Google Lebih Efektif

Gunakan tanda kutip untuk mencari satu kalimat. Misalnya: "daftar kota di Amerika" ; Google akan menampilkan semua situs yang memuat kalimat daftar kota di Amerika. Contoh lain:...

Plus Size Model

Pernah dengar Plus-Size Model? Plus-Size Model adalah istilah untuk model-model dengan ukuran badan di atas rata-rata. Bukan hanya berat badan, tetapi juga tinggi. Beberapa model berukuran plus ini merajai...

It's All About Java

Bahasa pemrograman Java pertama lahir dari The Green Project, yang berjalan selama 18 bulan, dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992. Proyek tersebut belum menggunakan versi yang dinamakan Oak. Proyek ini dimotori oleh...

Deteksi Penyakit Lewat Anggota Tubuh

Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku sama dengan rambut yang...

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 April 2010

Karang Atol Terbesar Ketiga di Dunia ada di Indonesia

a di Kepulauan Moldiva. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km².

Dalam situs Departemen Kehutanan, http://www.dephut.go.id, disebutkan, potensi wisata bawa laut di Takabonerate sangat menarik. Topografi kawasan sangat unik dan menarik, di mana atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak.

Di antara pulau-pulau gosong karang, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Sedangkan pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam-kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah, terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil.

Tumbuhan yang terdapat di daerah pantai didominasi kelapa (Cocos nucifera), pandan laut (Pandanus sp), cemara laut (Casuarina equisetifolia), dan ketapang (Terminalia catappa).

Terumbu karang yang sudah teridentifikasi sebanyak 261 jenis dari 17 famili di antaranya Pocillopora eydouxi, Montipora danae, Acropora palifera, Porites cylindrica, Pavona clavus, Fungia concinna, dan lain-lain. Sebagian besar jenis-jenis karang tersebut telah membentuk terumbu karang atol (barrier reef) dan terumbu tepi (fringing reef). Semuanya merupakan terumbu karang yang indah dan relatif masih utuh.

Terdapat sekitar 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi seperti kerapu (Epinephelus spp.), cakalang (Katsuwonus spp.), napoleon wrasse (Cheilinus undulatus), dan baronang (Siganus sp.).

Sebanyak 244 jenis moluska diantaranya lola (Trochus niloticus), kerang kepala kambing (Cassis cornuta), triton (Charonia tritonis), batulaga (Turbo spp.), kima sisik (Tridacna squamosa), kerang mutiara (Pinctada spp.), dan nautilus berongga (Nautilus pompillius).

Jenis-jenis penyu yang tercatat termasuk penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu lekang (Dermochelys coriacea).

Sebanyak 15 buah pulau di Taman Nasional Taka Bonerate dapat dilakukan kegiatan menyelam, snorkeling, dan wisata bahari lainnya.

Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d Juni dan Oktober s/d Desember setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Mengggunakan bis dari Makassar ke Bulukumba (153 km) dengan waktu tempuh lima jam, kemudian ke pelabuhan Pamatata Selayar dengan ferry sekitar dua jam, yang dilanjutkan ke Benteng sekitar 1,5 jam. Dari Benteng ke pulau terdekat yaitu Rajuni Kecil menggunakan kapal kayu sekitar lima jam.

BENTENG, KOM*PAS.com- Ekspedisi Takabonerate 2009 pada Sabtu-Minggu (25/10) malam menyimpulkan bahwa terumbu karang di sejumlah titik penyelaman Taman Nasional Laut Takabonerate, Sulawesi Selatan, umumnya telah mati akibat penggunaan bom ikan. Pendataan Balai Taman Nasional Laut Takabonerate pada tahun 2009 juga memperkirakan, luasan kondisi dan luasan terumbu karang lima tahun terakhir ini berkurang.

Survei tahun 2004 menunjukkan, tutupan terumbu karang di Takabonerate masih sekitar 78 persen. Namun, hasil sementara survei tahun 2009 menunjukkan, tutupan terumbu karang di kawasan itu tinggal 60-70 persen.

Ratusan penyelam peserta ekspedisi diberi waktu sekitar tiga jam untuk melakukan penyelaman di perairan Takabonerate. Waktu penyelaman tak sebanding dengan waktu tempuh pelayaran dari Benteng, ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar, menuju Takabonerate, lebih dari enam jam.

Salah satu penyelam, Kapten Jhonny Silalahi (45), menuturkan, tutupan terumbu karang di lokasi penyelaman pertama sudah jarang.

”Masih ada terumbu karang yang hidup, tetapi kerapatannya jarang. Di lokasi penyelaman kedua banyak karang mati karena bom ikan. Itu terlihat dari banyak karang berukuran besar yang roboh dan pecah. Kerusakan itu membuat penyelam sulit mendapatkan pemandangan bawah laut yang indah,” kata Silalahi di KRI Makassar, Minggu malam.

Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Laut Takabonerate, Ahmadi, menjelaskan, terumbu karang rusak karena proses alam dan ulah manusia.

Takabonerate memiliki potensi besar dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata, mengingat daerah itu adalah kawasan konservasi dengan karang atol terbesar ketiga di dunia.

Data situs Departemen Kehutanan menunjukkan, sedikitnya ditemukan 261 jenis terumbu karang dari 17 famili. Sejumlah 15 pulau gosong karang di taman nasional itu dikitari titik penyelaman yang memikat.

Tabung Gas Memakan Korban Lagi

Tabung gas meledak lagi, Rabu (28/4) siang. Kali ini terjadi di rumah pedagang soto ayam di Jatipulo, Jakbar.
Ledakan itu tak hanya merusak bangunan. Suami istri pemilik rumah, Suagianto, 55, dan Sumirah, 50, kini dirawat di RSCM karena luka bakar parah. Sendangkan tetangganya, Siti Rohmah, 35, dan anaknya yang berusia 6, Sadewa, dibawa ke rumah sakit.

Korban jiwa akibat ledakan tabung gas juga bertambah. Silvi menemui ajal kemarin sore setelah dua hari dirawat di RSCM. Bocah empat tahun itu bersama ibunya dibawa ke rumahs akit setelah tabung gas 12 Kg di dapurnya meledak saat diperbaiki Udin Syamsudin, tukang bakso yang juga tetangganya.

Ledakan di rumah Sugimin, 55, di Jl. Jalan Sawo, RT 05/09 Jatipulo, terjadi sekitar Pk. 13:00. “Sejak pagi saya sudah mencium bau gas dari rumah Pak Sugimin. Tapi karena bapak itu sama istrinya sedang dagang saya menunggu sampai mereka pulang,” ungkap Siti Rohmah, tetanga korban, usai mendapat pertolongan di RS Tarakan. Menurutnya, suami istri tetangganya itu setiap hari berjualan soto ayam tak jauh dari Polda Metro Jaya.

NYALAKAN KOMPOR

Usai memeriksa rumah tempat ledakan terjadi dan meminta keterangan sejumlah saksi, Kanit Reskrim Polsek Palmerah, Iptu Sugengm, mengatakan sepulang dagang bersama suami, Sumirah menyalakan kompor minyak tanah.

“Diperkirakan, api dari kompor itu langsung menyambar gas yang bocor dari tabungnya dan telah memenuhi ruangan dapur,” katanya. “Saat itulah terdengar ledakan yang disusul semburan api hingga dapur terbakar.”
Ledakan itu membuat Sumirah dan Sugimin luka bakar.

Ledakan dan api kebakaran itu juga membawa Siti Rohmah dan Sadewa, anak, ikut terluka. Ibu dan anak itu berteriak meminta tolong. Sedangkan pasangan tukang soto itu terkapar. Keduanya langsung dilarikan ke RS Tarakan. Namun, luka yang parah membuat mereka dirujuk ke RSCM.

Namun Siti Rohmah yang harus dirawat menolak dibawa ke RSCM. “Saya tidak apa-apa kok. Saya tidak sanggup dirawat lama-lama di rumah sakit karena tidak punya uang. Apalagi saya masih punya bayi dua bulan di rumah,” katanya seraya menatap Sadewa yang sudah berlarian di rumah sakit.

GAGAL NAFAS

Selain suami istri tukang soto, di ruang Pelayanan Khusus Luka Bakar RSCM masih terbaring Iswardi, korban ledakan di kemayoran, Jakpus, dam Siti Maesaroh, korban ledakan di Cakung, Jaktim. Silvi, anak Mawesaroh menininggal pada Selasa (27/4) malam.

Nanan, ayah Silvi, hanya bisa pasrah menerima kepergian anaknya. Matanya terus berkaca-kaca karena duka. Terlebih sang istri, Siti Maesaroh, juga masih terbaring kritis tak sadarkan diri di RSCM karena luka kabar yang sama. Upaya Pos Kota meminta keterangan ditolak dengan alasan dalam keadaan berkabung.

Sedangkan Iswardi kondisinya membaik. “Alhamdulillah kondisinya sudah baikan, tadi dia minta makan dengan pecel lele,” ujar Maman, kerabat korban.

Meski demikian, sambungnya, dokter meminta Iswardi untuk tetap beristirahat. Itu makanya, keluarga bersepakat untuk tidak memberitahu kabar Purwanti, istrinya, yang meninggal tiga hari lalu.

Dr A.Antaria, Humas RSCM, mengatakan Silvi meninggal sekitar Pk. 21:00. “Diduga akibat gagal pernafasan karena luka bakar di tubuhnya mencapai 80 persen,” katanya.

Meninggalnya Silvi menambah daftar panjang korban tewas akibat ledakan tabung gas elpiji. Sampai kemarin, Pos Kota mencatat terhitung pertengahan April sampai kemarin tercatat 12 ledakan tabung gas elpiji yang memakan korban tewas enam orang.

SALAH PRODUKSI

Direktur Eksekutif Himpunan Masyarakat Konsumen Gas Indonesia (Himkogasi), Viktus Murin, mengatakan ledakan tabung gas 3 kg karena proses produksi yang salah. “Saya menduga ada kecurangan dalam produksi yang mengabaikan standar kualitas tabung sehingga merugikan rakyat,” katanya.

Himkogasi telah menginvestigasi beberapa kejadian ledakan tabung gas 3 Kg di berbagai tempat. Kesimpulannya kecelakaan itu umumnya akibat fisik tabung yang tidak sesuai standar bahan baku pembuatan.

“Pasal 26 UU 5 tahun 1984 dan Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan 128 tahun 2008 mewajibkan produsen tabung gas 3 Kg menggunakan plat standar 295 dab valve standar, tapi yang meledak kemungkinan tidak menggunakannya sehingga sangat mungkin tidak memenuhi SNI.”

Dia berharap masyarakat pengguna tabung gas menyampaikan keluhannya tentang ketidaknyamanan dan ketidakamanan penggunaan tabung gas agar dapat ditelusuri penyebabnya.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta Pertamina dan pengusaha stasiun pengangkutan dan pengisian bulk dan elpiji (SPPBE) selalu mengganti siil (karet katub) sebelum mengisi kembali tabung gas kosong.

Menurut Inayat Imam, Direktur Pengawasan Barang Beredar Kemendag, penggantian karet katub ini wajib karena komponen ini mudah rusak. “Apalagi setiap kali terjadi kebakaran selalu diawali kebocoran, bukan tabungnya yang meledak,” katanya.


sumber 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More